Freitag, 3. Oktober 2014

Neues Leben. New life. Kehidupan yang baru.

Pernahkah kalian sebagai manusia mengalami rasa takut yang sangat mendalam?
Ketika perasaan itu membuatmu berpikir...
"Ah. Seandainya."
Aku mengalaminya. Perasaan takut, gelisah, kadang juga sedih.

Ternyata... memulai hidup baru itu tidak semudah yang dibayangkan. Dan tentunya, tidak seenak yang dibayangkan juga. Banyak hal yang terjadi di dalam waktu hampir 2 bulan ini. Pertemuan, kesenangan, kesedihan, dan akhirnya... perpisahan.

Jangan tanya padaku mengapa Tuhan izinkan ada perpisahan di dunia ini, karena aku pun membenci perpisahan. Di dalam sebuah perpisahan, terkadang tersimpan penyesalan. Ya. Penyesalan. Penyesalan, mengapa aku tidak menggunakan waktuku lebih banyak bersamanya?

Kata orang... di akhir sebuah perpisahan, seseorang akan dihadiahi sebuah "halo" yang baru. Tapi.... sebuah "halo" yang baru ini pasti tidak akan sama dengan "halo" yang lama, yang kuterima dari orang yang dulu kukenal. Simpel saja, karena setiap orang itu berbeda.

Yang terpenting dari sebuah perpisahan adalah... Dalam semua perpisahan, orang-orang menjadi sadar betapa berharganya waktu. Betapa berharganya kehadiran seseorang di hidup kita. Ketika kita bersama mereka, kita ingin sekali, supaya waktu berjalan cepat. Kita lelah, ingin menyendiri, pokoknya ingin menghabiskan waktu sendiri.

Tapi ketika orang itu pergi....
ada perasaan yang bergejolak di hati. Perasaan kehilangan. Perasaan takut tidak akan berjumpa lagi.

Aku yakin semua orang pernah, dan mungkin akan terus selalu mengalaminya.

Kalau kata ayahku...
Penyesalan selalu datang di akhir.

Ya. itu benar. Jadi.... sebelum menyesal, hendaknya kita mempergunakan waktu dengan baik.

Memang Tuhan tidak pernah menjanjikan matahari bersinar 24 jam. Selalu ada gelap malam. Tapi ya itu.
Semua itu ada waktunya. Ada fajar di pagi hari, ada gelap di malam hari.
Ada waktu berkenalan, ada waktu berpisah......

Seseorang akan menghargai dan memahami apa itu bahagia ketika dia dapat memahami dan menemukan kebahagiaan di saat dia sendiri....

Biarlah sedikit coretanku hari ini menjadi hadiah kecil untuk kalian yang sedang berduka karena perpisahan.

Tetaplah tersenyum. Hidup ini terus berlanjut.



God bless you.



0 Kommentare:

Kommentar veröffentlichen

Neues Leben. New life. Kehidupan yang baru.

| |

Pernahkah kalian sebagai manusia mengalami rasa takut yang sangat mendalam?
Ketika perasaan itu membuatmu berpikir...
"Ah. Seandainya."
Aku mengalaminya. Perasaan takut, gelisah, kadang juga sedih.

Ternyata... memulai hidup baru itu tidak semudah yang dibayangkan. Dan tentunya, tidak seenak yang dibayangkan juga. Banyak hal yang terjadi di dalam waktu hampir 2 bulan ini. Pertemuan, kesenangan, kesedihan, dan akhirnya... perpisahan.

Jangan tanya padaku mengapa Tuhan izinkan ada perpisahan di dunia ini, karena aku pun membenci perpisahan. Di dalam sebuah perpisahan, terkadang tersimpan penyesalan. Ya. Penyesalan. Penyesalan, mengapa aku tidak menggunakan waktuku lebih banyak bersamanya?

Kata orang... di akhir sebuah perpisahan, seseorang akan dihadiahi sebuah "halo" yang baru. Tapi.... sebuah "halo" yang baru ini pasti tidak akan sama dengan "halo" yang lama, yang kuterima dari orang yang dulu kukenal. Simpel saja, karena setiap orang itu berbeda.

Yang terpenting dari sebuah perpisahan adalah... Dalam semua perpisahan, orang-orang menjadi sadar betapa berharganya waktu. Betapa berharganya kehadiran seseorang di hidup kita. Ketika kita bersama mereka, kita ingin sekali, supaya waktu berjalan cepat. Kita lelah, ingin menyendiri, pokoknya ingin menghabiskan waktu sendiri.

Tapi ketika orang itu pergi....
ada perasaan yang bergejolak di hati. Perasaan kehilangan. Perasaan takut tidak akan berjumpa lagi.

Aku yakin semua orang pernah, dan mungkin akan terus selalu mengalaminya.

Kalau kata ayahku...
Penyesalan selalu datang di akhir.

Ya. itu benar. Jadi.... sebelum menyesal, hendaknya kita mempergunakan waktu dengan baik.

Memang Tuhan tidak pernah menjanjikan matahari bersinar 24 jam. Selalu ada gelap malam. Tapi ya itu.
Semua itu ada waktunya. Ada fajar di pagi hari, ada gelap di malam hari.
Ada waktu berkenalan, ada waktu berpisah......

Seseorang akan menghargai dan memahami apa itu bahagia ketika dia dapat memahami dan menemukan kebahagiaan di saat dia sendiri....

Biarlah sedikit coretanku hari ini menjadi hadiah kecil untuk kalian yang sedang berduka karena perpisahan.

Tetaplah tersenyum. Hidup ini terus berlanjut.



God bless you.



0 Kommentare:

Kommentar veröffentlichen

.